Kamis, 03 Juli 2014

Dan kabar gembiranya menurut penyelidikan jumlah sel otak normal manusia, seperti kita (sebut saja yg sering dikatai bodoh) ternyata tidak berbeda jauh dengan jumlah sel otak manusia jenius seperti Albert Enstein

Pernahkah kamu dikatai "Bodoh", "Tolol", "Lambat", "Tulalit", "Telmi"? atau bergagai ungkapan lainnya yang pada intinya tetap sama (sebut saja menghina atau merendahkan). Hal seperti itu sudah sangat biasa.. ya dikatakan biasa bagi objeknya tersebut . Bagaimana cara menanggapinya-pun berbeda, meski beberapa orang (mungkin diantara kita) menganggapnya bercanda tapi itu sangat tidak lucu apalagi jika hinaan itu datang berulang kali .
Sebetulnya ada berbagai hal mendasar ketika orang dikatai hal semacam itu, bisa jadi karna nilaimu dibawah rata-rata, kamu lambat dalam mengerjakan sesuatu yang bisa dikerjakan orang lebih cepat, atau bahkan yang lebih parahnya lagi tidak dapat melakukan apapun untuk merubah reputasimu, bukan hal buruk :) ... jika alasan kamu adalah karna nilaimu yang buruk atau kesulitan dalam belajar. Tenanglah, otak kita terdiri dari 1 triliun sel otak, dan diantaranya terdiri dari 100-200 miliar sel otak aktif (neuron) dan sisanya adalah sel-sel pendukungnya. Dan kabar gembiranya menurut penyelidikan jumlah sel otak normal manusia, seperti kita (sebut saja yg sering dikatai bodoh) ternyata tidak berbeda jauh dengan jumlah sel otak manusia jenius seperti Albert Enstein. Maka apa bedanya kita dengan orang jenius apalagi dengan mereka yang hanya bisa menghina saja. "There is Genius in all of us" Mr. jenius-pun mengatakan begitu... yang perlu kita lakukan adalah menemukan Cara Belajar Yang Tepat.
Berikut adalah solusinya :

LEARN HOW TO LEARN
1. Pikirkan tujuanmu belajar
2. Senangi apa yang saat itu ingin kamu pelajari dan kuasai
3. Konsentrasi
4. Pikirkanlah bagaimana cara mempelajarinya dengan berfikir yg terbaik dan yang paling kreatif agar memberikan tingkat pemahaman dan ingatan tinggi secara cepat dan efisien
5. Pergunakan sistem peta pikiran (Mind Map)  seperti meringkas dan mengkaji ulang yang dibuat dengan sedemikian rupa untuk mempermudah memngingat. contoh : gambar, panah, pena warna warni.
6. Aplikasikan dengan gaya belajar yg mendominasi pemahamanmu apakah visual, auditorial atau kinestetikal

Itu hanya beberapa cara.. masih banyak lagi cara belajar dan mungkin dapat ditemukan oleh diri kita sendiri. Meskipun nilai tidak langsung merangkak menjadi peringkat pertama , ketahuilah bahwa semua membutuhkan proses, tidak ada pembanding antara si pintar dan si bodoh. Mereka hanya belum mengetahui kekuatan kita untuk berupaya mengoptimalkan kemampuan. Nah, sekaranglah saatnya, jangan pernah menyerah. Kita hidup bukan untuk melampaui siapapun namun untuk melampaui kemampuan diri kita sendiri. Jangan pedulikan orang yang mengganggap dirinya pintar karna pada dasarnya semua orang dianugerahi kemampuan. Ganbatte

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar